Arsip Blog

Blog Stats

Follow Me

11 Nov 2010

Tentang Persamaan dan Perbedaan Aqiqah dengan Qurban


Seorang Anak sepulang sekolah bertanya kepada ayahnya tentang Qurban, karena gurunya disekolah hari ini berbicara tentang Hari Raya Idul Adha dan akan diadakan acara Potong Daging untuk Qurban di sekolah, dan seluruh siswa di sekolah diwajibkan untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. 

Berikut tanya jawabnya :
Anak : ayah !!, beliin aku kambing dong..., aku mau ikut qurban nih di sekolah !!
Ayah : kamu kan belum diaqiqahin nak, bagaimana mau ikut qurban ???
Anak : kok belum di aqiqahin ?, emang apa bedanya sama qurban ???
Ayah : ^!$#%^@& ???

Qurban dan Aqiqah punya banyak persamaan dan perbedaan. Di antara persamaannya adalah sama-sama ibadah ritual dengan cara penyembelihan hewan. Dagingnya sama-sama boleh dimakan oleh yang menyembelihnya, meskipun sebaiknya sebagian diberikan kepada fakir miskin, tapi boleh juga diberikan sebagai hadiah. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah ra.

Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh. (HR Al-Baihaqi).
Sedangkan perbedaannya, ibadah qurban hanya boleh dilakukan pada hari tertentu saja, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Dimulai sejak selesainya shalat 'Idul Adha.' Sedangkan aqiqah dilakukan lantaran adanya kelahiran bayi, yang dilakukan penyembelihannya pada hari ketujuh menurut riwayat yang kuat. Sebagian ulama membolehkannya pada hari ke 14, bahkan pendapat yang lebih luas, membolehkan kapan saja.

Aqiqah adalah sembelihan demi mensyukuri kelahiran jabang bayi, yang dilaksanakan pada hari ke-tujuh. Hukumnya sunat, menurut sebagian besar ulama, dan menurut ulama' Hanafiyah hukumnya mubah (dilaksanakan tidak dapat pahala, ditinggal tidak pula berdosa). Ada juga yang mengatakan wajib, seperti pendapatnya Imam al-Laitsy.

Hikmah disyari'atkannya aqiqah adalah mensyukuri ni'mat Allah yang telah mengaruniai jabang bayi, juga untuk menumbuhkan rasa persaudaraan di antara sanak famili dan handai tolan, dengan mengundang mereka pada pesta aqiqah tersebut.

Aqiqah dilaksanakan dengan menyembelih seekor kambing untuk seorang bayi. Sama saja, baik bayi laki-laki atau perempuan. Karena Rasulullah meng-aqiqahi ke dua cucunya, Hasan dan Husein, seekor untuk Hasan dan seekor untuk Husein. Ada juga yang berpendapat, jika bayi laki-laki harus 2 ekor kambing dan satu ekor untuk bayi perempuan, yang didasarkan pada hadis Rasul: 'anil ghulaami syataani mukaafiataani wa 'anil-jaariyati syaatun" (dua kambing untuk bayi laki-laki, seekor kambing untuk bayi perempuan). Saya kira, tinggal melihat kondisi. Kalau mampu membeli dua ekor kambing (jika bayi kita laki-laki), ya akan lebih baik.

Dengan melaksanakan aqiqah, maka seaakan-akan sang bapak telah membebaskan anaknya dari tuntutan. "Kullu mauluudin marhuunun bi 'aqiiqatihi" (setiap bayi tertuntut sampai pelaksanaan aqiqahnya), kata sebuah hadis.

Walaupun pelaksanaan aqiqah disunatkan pada hari ketujuh setelah kelahiran, para ulama berpendapat aqiqah tetap disunatkan selama bayi belum diaqiqahi. Bahkan Nabi pun baru melaksanakan aqiqah atas diri beliau setelah menerima tugas kenabian. Jadi, kalau Anda mau melaksanakan pada hari ke-30 itu juga tak apa-apa. Sedang daging aqiqah memang seharusnya disajikan dalam keadaan matang, kebalikan dari daging kurban yang harus dibagikan dalam keadaan mentah.

Penggabungan aqiqah dengan qurban, boleh-boleh saja. Tapi penggabungan waktu saja. Kalau yang dimaksud peggabungan itu menggabungkan daging sembelihan maka itu tidak mungkin. Karena cara pelaksanaannya beda. Wallahu 'Alam ....


4 komentar

Ahmad Kamis, 11 November 2010 13.15.00 WIB

Good info, mudah2-an yang baca koment ini bisa Aqiqah atau Qurban, amiiinnn .....

Fahrurrozi HM Kamis, 11 November 2010 14.31.00 WIB

amiin...
amiinn ya robbal 'alamin...

MOBIL KELUARGA IDEAL TERBAIK INDONESIA Jumat, 12 November 2010 02.09.00 WIB

wah...artikel yang mantap....di tungu artikel selanjutnya sob...


semangat,,ya..!!!! moga sukses selalu

Fahrurrozi HM Jumat, 12 November 2010 07.07.00 WIB

Terima Kasih atas kunjungannnya kang.

Poskan Komentar

Silahkan Isi Komentar Anda dengan Sopan.
Anda dapat menggunakan pilihan 'Anonymous', bila Anda tidak memiliki akun Google. Terima kasih ...